Musik Pop Rock, Ekspresi Kreatif yang Melankolis dan Kaya Emosi
![]() |
| Musik pop rock, ekspresi kreatif yang melankolis dan kaya emosi. Arsip Foto: © Evolusi Muzik |
Dari Musik Pop Rock ke Pop Alternatif, Dinamika Musik Populer Indonesia
Musik pop rock yang merupakan subgenre rock ini dikenal sebagai salah satu subgenre atau cabang yang penting dalam keluarga besar musik rock.
Genre musik pop rock ini berkesan dan menampilkan karakter yang kreatif, nuansa melankolis, serta sentuhan romantis yang kuat.
Sehingga gabungan dari kreativitas itu menjadikan musik pop rock mudah diterima lintas generasi dan latar pendengar.
Secara musikal, pop rock menitikberatkan pada penciptaan lagu yang kuat, struktur melodi yang mudah diingat, serta kualitas rekaman yang rapi.
Berbeda dengan rock murni yang mengedepankan distorsi dan energi agresif, pop rock justru menawarkan keseimbangan antara pop dan rock.
Sejumlah kajian mencatat bahwa pop rock berkembang pada akhir 1950-an. Banyak pengamat menyebutnya sebagai evolusi lanjutan dari rock and roll.
Perubahan itu terutama karena pengaruh kuat pada pola ritme, aransemen sederhana, serta pendekatan musikal yang komunikatif.
Meski berangkat dari persilangan dua genre besar rock dan pop, pop rock kemudian berdiri sebagai aliran dan genre tersendiri.
Namun, perdebatan soal keaslian kerap muncul. Sebagian kalangan menilai pop rock kurang “autentik” jika dibandingkan dengan rock klasik atau hard rock.
Kendati demikian, popularitasnya tak terbantahkan dan justru menempatkan pop rock sebagai genre dengan basis pendengar luas dan setia.
Wajah Komersial dalam Musik Rock
Dalam praktiknya, pop rock kerap diasosiasikan dengan musik yang lebih ramah pasar, diterima pendengar dan komersial.
Unsur pop dan rock dalam genre ini sering kali terdengar serupa, baik dari sisi instrumentasi, tema lirik, maupun pendekatan produksi.
Istilah pop rock lazim digunakan untuk menggambarkan musik yang meraih sukses komersial namun tetap mempertahankan elemen dasar rock.
Akademisi Johan Fornas menyebut pop rock sebagai genre tunggal yang terus berkelanjutan, berbeda dari klasifikasi genre lain yang lebih cair.
Sementara itu, Larry Starr dan Christopher Waterman menilai pop rock sebagai ekspresi rock yang paling ceria, mudah dicerna, dan komunikatif.
Pandangan ini tercermin dari karya sejumlah musisi legendaris seperti The Beatles, Peter Frampton, hingga The Bells dan Lighthouse.
Pada era awal kemunculannya, pop rock memang ditujukan bagi pendengar di kalangan remaja. Musik ini dianggap lebih lunak dibandingkan rock keras
Setelah gelombang invasi Britania yang melahirkan britrock, britpop hingga shoegaze, genre pop rock semakin menguat dan komersial.
Dari Musik Pop Rock ke Pop Alternatif
Dominasi pop rock di panggung musik global internasional, turut melahirkan subgenre baru dalam musik yaitu pop alternatif.
Genre ini berkembang pesat pada dekade 1990-an sebagai bentuk adaptasi yang lmodern dan progresif dari pop rock dan rock alternatif.
Di Indonesia, pop alternatif menjelma menjadi arus utama musik populer. Fenomena ini dibahas secara mendalam oleh Jeremy Wallach.
Dalam disertasi doktoralnya di University of Pennsylvania, disertasi itu diterbitkan dalam buku Modern Noise, Fluid Genres, Popular Music in Indonesia, 1997–2001 (2008).
Wallach mencatat bahwa pada rentang waktu tersebut, sejumlah band pop alternatif Indonesia meraih kesuksesan besar secara komersial.
Nama-nama seperti Dewa 19, Potret, Cokelat, Padi, Sheila On 7, hingga Wong menjadi representasi kuat pop alternatif yang berakar dari pop rock.
Terlepas dari ragam subgenre nya, musik pop dalam berbagai bentuk tetap memiliki identitas musikal yang khas, kekuatan melodi dan emosi lirik.
Inspirasi bagi Band Miru dari Tanjungpinang
Pengaruh pop rock dan pop alternatif tidak hanya terasa di kancah nasional, tetapi juga menginspirasi band Miru asal Tanjungpinang.
Band Miru yang berdiri pada 2008 ini konsisten mengusung warna pop alternatif dan pop rock dalam karya-karya orisinal.
Miru digawangi oleh Ishak (vokal), Vino Vino (drum), Kamarudin alias Bahar (gitar), Rhino (gitar) serta Dwi Apriyanto alias Dwi (bass).
Hingga kini, Miru telah menciptakan sekitar 40 lagu orisinal dan merilis dua single dengan nuansa pop alternatif dan pop rock.
Karya-karya Miru menjadi bukti bahwa genre ini tetap relevan dan hidup di berbagai daerah, tidak hanya terpusat di industri musik arus utama.
Bagi penikmat musik pop rock yang ingin mengenal lebih jauh karya Band Miru, lagu-lagunya dapat disimak melalui kanal YouTube Miru Band Official. (*)
Penulis: Hal Maliq Hanifa

