Cerita Klasik Gedung Legendaris di Tanjungpinang yang Pernah Bergema

Cerita Klasik Gedung Legendaris di Tanjungpinang yang Pernah Bergema
Cerita klasik gedung legendaris di Tanjungpinang yang pernah bergema. Arsip Foto: © Yusnadi Nazar

Catatan Visual - Di tengah denyut kehidupan modern Kota Lama Tanjungpinang, terselip kisah klasik tentang sebuah gedung legendaris yang kini sunyi dan kehilangan gaungnya. 

Gedung legendaris yang pernah menjadi pusat keramaian itu berdiri tepat di kawasan strategis Titik Nol Kilometer. Diapit oleh Jalan Teuku Umar, Jalan Masjid dan Jalan Bintan.

Bangunan klasik ini menghadap langsung ke Masjid Agung Al Hikmah serta SD Bintan, sementara di sisi belakangnya berdiri pertokoan Bestari Mal Tanjungpinang. 

Keberadaannya menjadi simbol kebanggaan sekaligus ruang publik yang menyatukan berbagai lapisan masyarakat. Gedung legendaris itu adalah GOR Kaca Puri.

Pada masa jayanya, GOR Kaca Puri menjadi magnet keramaian dihiasi sorak sorai penonton, denting bola yang membentur lantai hingga riuh pendukung yang memadati tribun. 

Hal itu menjadi pemandangan dan suara khas para pendukung kompetisi olahraga yang menghidupkan atmosfer GOR Kaca Puri di kawasan Kota Lama Tanjungpinang.

Berbagai pertandingan olahraga seperti sepak takraw dan voli rutin digelar. Menjadikannya sebagai pusat pembinaan atlet sekaligus ruang mimpi generasi muda.

Kapasitas tribun mampu menampung ribuan penonton, ditambah fasilitas yang tergolong lengkap pada masa jayanya serta lokasi yang berada di jantung kota.

Seluruh fasilitas yang tersedia itu membuat GOR Kaca Puri, selalu menjadi sorotan dan menjadi pusat perhatian masyarakat olahraga di Tanjungpinang.

Selama puluhan tahun, gedung ini menjadi tuan rumah turnamen voli bergengsi dan beragam kejuaraan olahraga tingkat lokal hingga regional.

Tidak sedikit atlet dari luar daerah turut merasakan atmosfer riuh khas GOR Kaca Puri, tempat di mana prestasi dan kebanggaan lahir dari semangat kompetisi.

Tidak hanya olahraga, GOR Kaca Puri juga beralih fungsi sebagai ruang seni dan hiburan. Konser musik, festival pelajar, pameran, kegiatan seni budaya pernah digelar di dalamnya. 

Sejumlah musisi ibu kota seperti Koes Plus, Enno Lerian, BIP, Tiket, Tipe X, Funky Kopral, hingga Vierra juga pernah merasakan dan meramaikan panggung gedung legendaris ini. 

Selain itu, GOR Kaca Puri kerap dimanfaatkan untuk kegiatan sosial seremonial. Mulai dari acara perpisahan siswa SMA Negeri 2 Tanjungpinang dan pelaksanaan tes Pegawai Negeri Sipil.

Gedung Olahraga yang Kehilangan Sorak Sorai Penonton

Seiring berjalannya waktu, roda perubahan terus berputar laju tanpa ampun. GOR Kaca Puri perlahan-lahan mulai kehilangan atmosfer riuh dan fungsinya.

Kondisinya kian memprihatinkan akibat minim perawatan, peralihan kepemilikan, serta pergeseran minat masyarakat ke fasilitas olahraga yang modern dan representatif.

Kini, bangunan tua itu tampak terbengkalai. Atapnya rusak bahkan sebagian tidak lagi utuh. Dinding kusam dan retak menjadi saksi bisu masa kejayaan yang telah berlalu. 

Kursi tribun yang terbuat dari beton, dipenuhi oleh rumput liar yang menjalar. Kondisi ini mempertegas kesan GOR Kaca Puri yang ditinggalkan.

Beberapa tiang besi penyangga gedung tua itu masih berdiri kokoh meski telah berkarat, sementara sebagian lainnya lenyap entah ke mana. 

Atmosfer riuh dan gema sorak sorai penonton kompetisi olahraga yang dulu mengguncang gedung, kini hanya menyisakan kesunyian dan keheningan.

Meskipun tidak lagi difungsikan, GOR Kaca Puri, tetap menyimpan segudang kenangan dan nostalgia bagi sebagian masyarakat Tanjungpinang. 

Khususnya bagi yang pernah bermain, bertanding atau sekadar menyaksikan berbagai kompetisi yang digelar di GOR Kaca Puri. 

Di sanalah lahir momen-momen hebat yang sulit dilupakan. Mulai dari euforia kemenangan hingga kebersamaan yang terjalin di antara ribuan pasang mata penonton.

Keberadaan gedung legendaris ini menjadi pengingat akan perubahan zaman. Sesuatu yang dahulu dianggap penting dan berjaya, kini bisa tergilas zaman, jika tidak terawat dan terlupakan.

Berdiri Sejak 4 Dekade Silam

Berdasarkan sejumlah sumber, GOR Kaca Puri dibangun pada era 1980-an, bertepatan dengan program pemerintah yang saat itu menggalakkan pengembangan olahraga.

Gedung legendaris ini diperkirakan mulai dibangun pada tahun 1983. Kemudian setelah berdiri, diresmikan oleh Menteri Dalam Negeri saat itu yakni Soepardjo Roestam.

GOR Kaca Puri lalu menjelma menjadi pusat berbagai aktivitas. Mulai dari olahraga, konser, festival, pertunjukan seni budaya, pameran hingga kegiatan politik.

Namun sekitar tahun 2001, gedung ini beralih kepemilikan ke pihak swasta. Setelah itu, aktivitas mulai berkurang hingga akhirnya ditinggalkan dan tidak lagi optimal.
Kondisi saat ini terbilang memprihatinkan. Kerusakan struktur bangunan, atap, serta area dalam yang tidak terawat mempertegas bahwa gedung ini, butuh perhatian serius.

Harapan itu pun masih ada dan tersisa. Masyarakat berharap GOR Kaca Puri dapat direnovasi dan difungsikan kembali seperti sediakala. 

Hal itu mengingat letaknya yang strategis dan potensinya sebagai pusat kegiatan kreativitas, ekonomi, olahraga, seni dan budaya di Tanjungpinang.

Dengan sentuhan renovasi dan penataan yang tepat, gedung legendaris ini berpeluang kembali menjadi ruang publik dengan atmosfer yang hidup. 

Tidak hanya sebagai arena olahraga, tetapi juga sebagai galeri seni, ruang kreatif atau pusat komunitas yang menghidupkan kembali memori kejayaan tempo dulu.
Saat ini, beberapa bagian di sisi luar GOR Kaca Puri masih dimanfaatkan sebagai tempat berkumpul. Warung kopi sederhana menjadi ruang pertemuan. 

Di sisi lainnya, menjadi arena bermain catur, hingga lokasi singgah para buruh bangunan, tukang ojek dan musisi jalanan untuk melepas lelah.

Di balik sunyi dan kerapuhan, gedung legendaris itu tetap berdiri sebagai pengingat yang mengajarkan bahwa setiap kejayaan memiliki masanya. 

Namun memori yang tertanam di hati masyarakat mengenai atmosfer riuh gedung legendaris itu tidak akan mudah terhapus begitu saja. (*)

Penulis: Hal Maliq Hanifa

Posting Komentar