Memori Tanjungpinang Tempo Dulu, Melepas Rindu melalui Sarana Komunikasi Legendaris

Memori Tanjungpinang tempo dulu, melepas rindu melalui sarana komunikasi legendaris. Arsip Foto: © Yusnadi Nazar

 

Catatan Visual - Sebelum gawai pintar menjadi bagian dari kehidupan, telepon koin klasik pernah menjadi penyelamat bagi siapa saja yang ingin melepas rindu. 

Telepon koin klasik pernah menjadi inovasi besar dalam dunia telekomunikasi dan memberi kesempatan untuk saling terhubung.
Selain itu, telepon koin klasik bukan sekadar alat. Ia menjadi saksi bagaimana suara seseorang mampu menjembatani jarak antara keluarga dan sahabat.

Di banyak kota, termasuk Tanjungpinang, perangkat ini tempo dulu, berdiri di sudut-sudut jalan raya, pasar dan pusat aktivitas masyarakat.

Akar Sejarah dan Lahirnya Inovasi

Keberadaan telepon koin klasik bermula pada akhir abad ke-19, saat teknologi telepon mulai dikenal namun masih sulit diakses publik. 

Pada 1889, William Gray dari Hartford, Connecticut, mencatat historis dengan mematenkan mesin telepon berbayar otomatis pertama. 

Telepon ini bekerja dengan memasukkan koin. Salah satu terobosan yang memperluas akses telekomunikasi masyarakat umum. 
Penggunaannya semakin meluas pada abad ke-20, bersamaan dengan peningkatan kualitas sambungan dan otomatisasi yang lebih baik.

Seiring berkembangnya teknologi, telepon koin klasik terpasang di berbagai lokasi strategis termasuk di Kota Tanjungpinang.

Di Tanjungpinang, perangkat ini pernah menjadi andalan masyarakat dalam situasi darurat, keperluan bisnis, atau sekadar menghubungi keluarga jauh.

Cara Kerja yang Sederhana Namun Efektif

Memori Tanjungpinang Tempo Dulu, Melepas Rindu melalui Sarana Komunikasi Legendaris
Telepon koin klasik yang masih tersisa di simpang Jalan Gudang Minyak Tanjungpinang. Arsip Foto: © Yusnadi Nazar

Meskipun terlihat sederhana, sistem kerja telepon koin klasik sebenarnya merupakan rangkaian mekanisme yang cukup canggih pada masanya. 

Berikut gambaran prosesnya:

1. Memasukkan Koin

Pengguna memasukkan koin ke slot yang menerima nilai tertentu sesuai tarif panggilan. Mesin menentukan durasi panggilan yang tersedia.

2. Memulai Panggilan

Setelah koin diterima, pengguna dapat memutar menekan tombol untuk memanggil nomor tujuan, termasuk panggilan darurat. 

3. Sambungan Berjalan

Sistem kemudian menghubungkan panggilan dan mulai menghitung durasi berdasarkan jumlah koin yang telah dimasukkan.

4. Waktu Terukur

Selama percakapan, mesin akan memantau sisa waktu. Perangkat memberi tanda agar pengguna menambahkan koin.

5. Panggilan Berakhir

Saat waktu habis, sistem memutus sambungan. Jika masih ada sisa nilai koin, mesin akan mengembalikannya melalui slot.

6. Pemeliharaan Berkala

Petugas telekomunikasi rutin mengosongkan wadah koin dan memeriksa kondisi perangkat agar tetap berfungsi optimal.

Transisi ke Era Digital

Masuknya telepon seluler, internet, hingga layanan komunikasi digital membuat keberadaan telepon koin klasik perlahan memudar. 

Meskipun perangkat fisiknya hampir tidak ditemukan lagi, konsep bayar sesuai penggunaan tetap bertahan melalui layanan telekomunikasi modern.

Dengan kata lain, telepon koin klasik bukan hilang, melainkan berevolusi mengikuti cara baru manusia berkomunikasi.
Bagaimana, telepon ini pernah menjadi penghubung utama manusia ketika jarak memisahkan dan hadir sebagai inovasi penting.

Meskipun kini hanya tersisa dalam memori ingatan dan terlupakan, perannya dalam historis telekomunikasi tidak bisa dilupakan.

Perjalanan telepon koin klasik adalah cerita teknologi berkembang. Bagaimana manusia selalu menemukan cara untuk tetap terhubung. (*)

Penulis: Hal Maliq Hanifa
Posting Komentar