Musik Funk Rock Alternatif, Perpaduan Groove Funk dan Energi Rock yang Menggoda
0 menit baca
![]() |
| Musik funk rock alternatif, perpaduan groove funk dan energi rock yang menggoda. Arsip Foto: © Evolusi Muzik |
Funk Rock Alternatif, Saat Funk Bertemu Rock dalam Dentuman Enerjik
Musik funk rock alternatif merupakan salah satu genre berisi tapi menggoda yang menawarkan pengalaman mendengar berbeda.
Meski terdengar berisik dan penuh distorsi, genre ini justru terasa asik, enerjik dan sarat groove yang membuat pendengarnya ikut bergoyang.
Secara musikal, genre ini persilangan antara irama funk dan groove heavy dengan karakter rock yang agresif, keras, dan penuh eksplorasi sonik.
Perpaduan dan kombinasi inilah yang menjadikan funk rock alternatif memiliki identitas kuat dan mudah dikenali dan diterima pendengar musik.
Genre ini mulai berkembang sejak akhir 1950-an hingga 1960-an, seiring musisi rock and roll yang memasukkan elemen funk ke dalam struktur musiknya.
Sejak saat itu, funk rock alternatif tumbuh sebagai subgenre rock yang menekankan keahlian teknis, permainan instrumen, serta kekuatan ritme.
Karakteristik Musik Funk Rock Alternatif
Dalam komposisi musik, band genre funk rock alternatif, biasanya menempatkan bass, drum dan gitar sebagai fondasi utama.
Permainan bass funk rock biasanya dominan, sementara drum menghadirkan ketukan funk yang padat dan sangat menghentak.
Sementara itu, gitar kemudian hadir dengan distorsi khas rock yang menciptakan nuansa berisik namun tetap harmonis.
Berbeda dengan funk murni yang cenderung bersih dan groovy, funk rock menambahkan intensitas sonik yang lebih tinggi.
Distorsi gitar, dinamika vokal yang eksplosif dan ekspresif serta struktur lagu yang lebih liar, menjadi ciri khas genre funk rock.
Perpaduan itu seakan-akan menyatukan musik genre funk murni dan genre musik rock dalam dentuman enerjik dan eksplosif.
Jejak Awal dan Tokoh Penting Funk Rock Dunia
Eksperimen awal memadukan funk dengan rock and roll pernah dilakukan oleh The Upsetters, yang menjadi pionir funk rock alternatif.
Memasuki 1970-an, eksplorasi semakin masif. Nama-nama besar seperti Jimi Hendrix, David Bowie, band WAR, hingga Aerosmith ikut bereksperimen.
Jimi Hendrix bahkan kerap disebut sebagai musisi rekaman pertama yang secara konsisten memadukan riff gitar rock dengan ritme funk.
Pada periode yang sama, George Clinton muncul sebagai figur sentral dan kerap dijuluki “bapak funk rock” melalui konsep P-Funk bersama Parliament-Funkadelic.
Clinton memperkenalkan pendekatan funk yang lebih revolusioner, penuh eksperimentasi, visual teatrikal dan kebebasan artistik musik.
Perintis lainnya datang dari Inggris melalui band Trapeze, serta A Certain Ratio yang membawa funk rock ke ranah post-punk.
Di Amerika Serikat, nama seperti Rick Derringer, Redbone, The Bar-Kays, Shotgun, Black Nasty, hingga Mother’s Finest, turut membesarkan genre ini.
Bahkan band Mother’s Finest, secara terang-terangan mengakui dan mendeklarasikan diri sebagai band funk rock.
Era Modern dan Lahirnya Subgenre Baru
Pada era dekade tahun 1980-an hingga tahun 1990-an, genre musik funk rock, mengalami fase perubahan dan popularitas baru.
Band INXS dari Australia misalnya, berhasil memadukan nuansa funk ke dalam musik pop rock yang lebih ramah di telinga pendengar.
Namun tonggak penting datang dari California lewat Red Hot Chili Peppers. Band ini berhasil membawa funk rock ke level global.
Gaya bermusik Red Hot Chili Peppers kemudian menginspirasi kemunculan banyak band funk rock alternatif lintas generasi.
Band Faith No More, Rage Against The Machine, Primus, Incubus, System of A Down, Korn, Sugar Ray, hingga 311, ikut mengembangkan funk rock.
Perpaduan funk dengan metal, punk, hip hop dan eksperimental, kemudian melahirkan subgenre baru seperti funk metal dan punk funk.
Funk Rock dalam Lanskap Musik Indonesia
Di Indonesia sendiri, perkembangan musik juga tidak lepas dari pengaruh global, termasuk genre funk rock alternatif.
Red Hot Chili Peppers dan Rage Against The Machine, menjadi band sebagai referensi utama bagi banyak musisi di tanah air.
Band-band seperti Funky Kopral, Humania dan Waiting Room, tercatat sebagai pengusung funk rock alternatif di Indonesia.
Namun, Funky Kopral menjadi nama yang paling mencuat dan berpengaruh. Karakter permainan bass Bondan Prakoso, sangat dominan dan atraktif.
Funky Kopral berhasil memperkenalkan funk rock ke arus utama musik Indonesia, meski popularitas genre ini meredup pada tahun 2000-an.
Selain itu, perkembangan musik Indonesia juga tidak lepas dari pengaruh global, termasuk genre funk rock alternatif dan subgenre rock lainnya.
Audiofreak dan Napas Funk Rock Alternatif dari Tanjungpinang
Meski tidak lagi berada di pusat perhatian industri, funk rock tetap hidup di skena independen. Salah satunya melalui band indie asal Tanjungpinang, Audiofreak.
Band yang berdiri pada 2017 ini, konsisten mengusung genre musik funk rock alternatif sebagai identitas bermusik.
Pengaruh dari band legendaris Red Hot Chili Peppers dan Rage Against The Machine, terasa kuat dalam karakter musikal Audiofreak.
Band ini digawangi oleh Said Alhadid Al Attas/Didid (vokal), Dodi Wahyudi/ Dodi (drum), Deny Gatot Alfitri/Lanky (gitar), serta Nofrizaldi/Inop (bass).
Hingga kini, Audiofreak sendiri telah menciptakan empat lagu orisinal dan merilis dua single bernuansa funk rock alternatif.
Bagi penikmat musik yang ingin mengenal lebih jauh karya Audiofreak, lagu-lagunya dapat diakses melalui kanal YouTube Audiofreak Official. (*)
Penulis: Hal Maliq Hanifa

