Musik Grunge, Suara Distorsi Keras yang Terus Menggema

Musik Grunge, Suara Distorsi Keras yang Terus Menggema
Musik grunge, suara distorsi keras yang terus menggema. Arsip Foto: © Evolusi Muzik

Musik Grunge, Distorsi Berisik yang Tetap Digemari

Musik grunge dikenal sebagai salah satu aliran atau genre musik dengan karakter keras dan paling kuat dalam historis musik modern. 

Distorsi gitar yang tebal, tempo yang cenderung berat, serta nuansa suara yang kasar menjadi identitas utama aliran musik grunge.  

Bagi sebagian orang terdengar bising atau berisik, namun bagi sebagian pendengar justru di situlah daya tarik grunge berada.

Secara harfiah, kata grunge berarti kumuh atau kotor. Istilah ini lahir dari ruang-ruang bawah tanah. Jauh dari kesan glamor industri musik arus utama.
Meski berangkat dari kesederhanaan dan kesan “liar”, grunge justru berhasil merebut perhatian penikmat musik lintas generasi di berbagai belahan dunia.

Grunge juga kerap disebut sebagai "Seattle Sound", merujuk pada kota Seattle, Amerika Serikat, tempat genre ini tumbuh dan berkembang. 

Dalam peta musik dunia, genre musik grunge dari Seattle ini dikategorikan sebagai bagian dari genre rock dan subgenre alternatif rock. 

Berkat suara distorsi liar dari musik grunge, genre ini terus bertahan dan berkembang serta terus menggema ke seluruh dunia.

Dari Lokal Seattle hingga Panggung Global

Merujuk berbagai catatan musik, grunge mulai berkembang di kawasan Barat Laut Amerika Serikat pada pertengahan dekade 1980-an. 

Pada fase awal ini, aliran musik grunge hanya dikenal secara lokal dan belum menembus industri musik nasional Amerika.

Berbeda dengan jazz, rock atau pop yang lebih dulu mapan, grunge tumbuh sebagai ekspresi perlawanan generasi muda terhadap musik populer kala itu.

Identitas dan ciri khas genre musik grunge ini juga terbentuk secara organik. Terbentuk tanpa konsep industri yang matang.
Hingga kini, asal-usul penamaan genre grunge masih menjadi perdebatan. Namun banyak pengamat musik  meyakini salah seorang pionir.

Para pengamat meyakini Mark Arm, vokalis band Green River, sebagai musisi yang pertama kali menggunakan istilah grunge sekitar tahun 1981.

Memasuki era 1990-an, grunge mulai mengalami lonjakan popularitas. Musik ini perlahan menembus pasar nasional Amerika Serikat. 

Pada akhirnya genre musik grunge pun mendunia, seiring meningkatnya perhatian label rekaman besar terhadap band-band Seattle.

Perpaduan Punk, Metal dan Noise

Mengutip sejumlah referensi musik, grunge memadukan elemen punk rock dan elemen distorsi dari musik heavy metal. 

Namun tanpa mengadopsi kecepatan ekstrem maupun struktur agresif khas punk. Distorsi gitar yang mentah menjadi ciri dominan.

Hasil dari perpaduan itu bukan sekadar musik keras, tetapi bunyi yang menciptakan nuansa baru yang gelap, jujur, dan emosional.
Sehingga kekuatan musik grunge dari Seattle ini, tidak hanya terletak pada kekuatan bunyi instrumen, melainkan juga pada lirik lagu. 

Tema lirik yang diangkat umumnya bersifat introspektif dan reflektif. Kecemasan, pengkhianatan hingga kegelisahan anak muda.

Band Ikonik Pengusung Grunge

Nama Nirvana hampir tidak terpisahkan dari historis grunge. Melalui sosok Kurt Cobain, Nirvana menjadi simbol puncak kejayaan grunge di awal 1990-an. 

Selain Nirvana, Soundgarden juga menjadi pilar penting grunge. Vokal mendiang Chris Cornell yang khas berat, memberikan warna tersendiri.

Pearl Jam turut mengukuhkan posisi grunge di kancah global. Eddie Vedder dikenal lewat karakter vokalnya yang dalam dan emosional. 
Sementara itu, Stone Temple Pilots, dengan Scott Weiland sebagai vokalis, menghadirkan pendekatan grunge yang lebih eksperimental.

Di Indonesia, geliat musik grunge mulai terasa pada era 1990-an. Band Plastik menjadi salah satu nama yang identik dengan aliran ini.

Melalui Ipang Lazuardi sebagai vokalis yang dikenal memiliki warna suara khas grunge. Kini, Ipang dikenal sebagai bagian dari band BIP.

The Kidz, Grunge dari Tanjungpinang

Band grunge The Kidz dibentuk pada 2017, band ini digawangi oleh Yogi (vokal), Iin (drum), Mariza Ekay (gitar) dan Zicko (bass).

Sejak awal berdiri, The Kidz konsisten mengusung semangat grunge dan rock. Hingga kini, mereka telah menciptakan dua lagu orisinal.
Selain itu, band The Kidz asal Tanjungpinang ini juga telah merilis satu single lagu yang merepresentasikan karakter musik khas.

Bagi pendengar musik yang ingin merasakan musik grunge dari Tanjungpinang, dapat mengakses kanal YouTube The Kidz Official. (*)

Posting Komentar