Nostalgia Vakansi Tempo Dulu di Pantai Klasik Rimba Jaya Tanjungpinang

Nostalgia Vakansi Tempo Dulu di Pantai Klasik Rimba Jaya Tanjungpinang
Nostalgia vakansi tempo dulu di pantai klasik Rimba Jaya Tanjungpinang. Arsip Foto: © Yusnadi Nazar

Catatan Visual - Ada masa ketika menikmati liburan atau vakansi, tidak membutuhkan hotel mewah, tiket mahal atau deretan wahana modern. 

Masa tempo dulu di Tanjungpinang, sebagian masyarakat, pernah memiliki satu ruang vakansi sederhana yang begitu akrab dalam ingatan.

Banyak yang menyebut tempat itu Rimba Jaya, Pinang Island atau Pinang Marina. Di ujungnya terdapat pantai klasik berukuran mini yang berlokasi di lintasan Hulu Riau.

Tempat tu bukan sekadar lokasi vakansi atau rekreasi, melainkan bagian dari lembar kenangan dan nostalgia bagi yang pernah menginjakkan kaki di sana. 

Pantai klasik berukuran mini itu juga bagian dari nostalgia yang tumbuh bersama suara ombak, angin laut dan tawa keluarga di akhir pekan.

Tempo dulu ketika hiburan belum seramai sekarang, pantai mini di ujung Rimba Jaya Tanjungpinang itu, menjadi tujuan vakansi pantai. 

Rekreasi sederhana yang paling membahagiakan. Anak-anak berlarian tanpa alas kaki di pasir kecokelatan dan berenang di tepian pantai. 

Sementara para orang tua duduk santai di bawah pohon beralaskan tikar sederhana sambil membuka bekal yang dibawa dari rumah. 

Aroma air laut bercampur angin yang berhembus, berpadu dengan cerita canda tawa, semuanya terasa akrab dan tidak dibuat-buat.

Pemandangan Pulau Bayan, lalu lalang kapal, nelayan yang tengah melempar jaring, masyarakat pesisir yang asyik memancing, turut mengiringi suasana.

Bagi generasi lama Tanjungpinang, Rimba Jaya bukan sekadar tempat santai, melainkan potongan nostalgia yang melekat erat dalam memori. 

Tawa anak-anak bermain pasir dan berenang, suara radio kecil mengalun lagu lawas, serta sampan yang sesekali melintas.  

Segala hal itu yang menghiasi itu, menjadikan suasana pantai yang masuk dalam kawasan Jalan Gudang Minyak itu terasa begitu membekas di hati.

Vakansi Populer dan Sederhana Era 1990

Nostalgia Vakansi Tempo Dulu di Pantai Klasik Rimba Jaya Tanjungpinang
Pantai berukuran mini di ujung Rimba Jaya atau Pinang Island Tanjungpinang. Arsip Foto: © Yusnadi Nazar

Nama Rimba Jaya atau Pinang Island sendiri, pernah begitu populer di sebagian kalangan masyarakat generasi lama Tanjungpinang. 

Banyak yang mengenang pantai di ujung Rimba Jaya itu. Bukan hanya sekadar tempat vakansi atau bersantai, melainkan sebagai ruang pertemuan.

Di sanalah anak muda menghabiskan waktu. Para pelajar menggelar acara sederhana selepas sekolah hingga keluarga berkumpul, menikmati suasana sore. 

Pada masa itu, perjalanan menuju pantai pun sudah menjadi bagian dari kesenangan. Sebagian datang menggunakan motor tua.

Sebagian ada pula yang berboncengan ramai-ramai menggunakan transpot (angkot) atau kendaraan terbuka lainnya datang ke Pinang Island.

Tempo dulu, masih banyak pepohonan yang teduh, udara terasa lebih segar dan laut tampak begitu dekat dengan kehidupan.

Menjelang senja, suasana pantai berubah menjadi lebih syahdu. Matahari perlahan turun di ufuk barat. Cahaya jingga menghiasi suasana.

Anak-anak bermain bola mulai enggan pulang, sementara para orang tua masih menikmati angin petang yang berhembus lembut. 

Banyak orang datang bukan untuk berfoto, melainkan benar-benar menikmati waktu bersama keluarga dan sahabat dan kekasih. 

Bagi sebagian generasi lama di Tanjungpinang, pantai berukuran mini di Ujung Rimba Jaya itu, juga menyimpan kisah percintaan generasi tempo dulu.

Ada yang bertemu pasangan, ada pula yang diam-diam menaruh hati saat duduk memandang laut. Di tempat sederhana itu, kenangan tumbuh tanpa drama. 

Kini, waktu telah banyak mengubah wajah kota. Sebagian sudut lama perlahan berganti dengan bangunan baru dan ritme kehidupan yang lebih cepat. 

Namun nostalgia masyarakat, Rimba Jaya atau Pinang Island, tetap hidup sebagai simbol masa ketika kebahagiaan terasa sederhana. 

Sebuah masa ketika bersantai dan rekreasi cukup ditemani angin laut, suara ombak yang tenang dan kebersamaan yang tulus.

Pantai klasik di Ujung Rimba Jaya itu bukan hanya tentang tempat yang pernah ramai dikunjungi. Ia adalah serpihan nostalgia di Tanjungpinang. 

Bercerita tentang vakansi tempo dulu yang mungkin tidak lagi sama. Namun tetap abadi dalam cerita orang-orang yang pernah menginjakkan kaki di sana. (*) 

Penulis: Yusnadi Nazar

Posting Komentar