Melihat Jejak Ikon Legendaris Tanjungpinang Tempo Dulu

Melihat Jejak Ikon Legendaris Tanjungpinang Tempo Dulu
Melihat jejak ikon legendaris Tanjungpinang tempo dulu. Arsip Foto: © Yusnadi Nazar

Catatan Visual - Melihat kembali foto-foto klasik atau mengingat suasana Tanjungpinang tempo dulu, sering kali membawa kita pada memori dan ingatan masa kecil.

Banyak lokasi ikonik dan legendaris pada masanya. Namun kini hanya tersisa dalam cerita dan kenangan sebagian masyarakat Kota Lama Tanjungpinang.

Berikut beberapa ikon legendaris yang pernah menjadi kebanggaan dan tujuan rekreasi masyarakat Tanjungpinang, khususnya pada era 1980–1990-an.

Keong Tepi Laut

Melihat Jejak Ikon Legendaris Tanjungpinang Tempo Dulu
Keong Tepi Laut, era tahun 2000-an silam. Arsip Foto: © Yusnadi Nazar

Pada tahun 1980-1990, sebuah ikon berdiri di tepi laut Tanjungpinang masa lalu. Ikon itu berbentuk unik dan ikonik. Namanya Keong Tepi Laut. 

Lokasi berdirinya ikon legendaris ini, menjadi salah satu destinasi favorit keluarga untuk bersantai, menikmati angin laut, sekaligus berfoto.

Keong Tepi Laut ini dahulu berada tidak jauh dari Markas Yonmarhanlan IV dan berdekatan dengan Gedung Daerah di Jalan Hang Tuah. 

Tidak diketahui secara pasti kapan keong dari beton itu dibangun. Cerita dari generasi lama menyebut bahwa Keong Tepi Laut, ada sejak era 1980-an.
Setiap hari terutama akhir pekan, area di sekitar Keong Tepi Laut, selalu padat pengunjung, terutama menjelang matahari terbenam. 

Keong Tepi Laut menjadi salah satu simbol hiburan murah meriah bagi masyarakat Kota Tanjungpinang tempo dulu. 

Kini, Keong itu masih berdiri, namun posisinya telah berpindah dan kini berada di bawah Jembatan Monumen Raja Haji Fisabilillah 

Tiga Anjing Laut

Melihat Jejak Ikon Legendaris Tanjungpinang Tempo Dulu
Tiga anjing laut di kawasan tepi laut Tanjungpinang, era tahun 2000-an silam. Arsip Foto: © Yusnadi Nazar

Sebelum adanya pembangunan modern, terdapat patung tiga anjing laut yang menghiasi tepi laut Tanjungpinang. Sangat populer pada masanya. 

Patung tiga anjing laut ini, berdiri di tepi laut, tepat di depan Keong Tepi Laut. Menjadi ikon kota dan selalu ramai dijadikan spot foto keluarga.

Untuk mencapai patung tiga anjing laut tersebut, biasanya masyarakat Tanjungpinang harus berjalan kaki menyusuri batu-batu karang di tepi laut. 
Jika air laut pasang, akses menjadi sulit sehingga sebagian orang harus mengarungi air laut untuk menjangkau patung tiga anjing laut.

Kini, keberadaan tiga anjing laut itu tidak lagi berbekas. Pembangunan kawasan tepi laut membuatnya harus direlokasi dan akhirnya hilang tanpa jejak. 

Meskipun begitu, kehadirannya pada masa Tanjungpinang tempo dulu, tetap melekat dalam ingatan dan memori masyarakat Tanjungpinang.

Gajah Putih

Melihat Jejak Ikon Legendaris Tanjungpinang Tempo Dulu
Gajah putih di depan Gedung Daerah Tanjungpinang, era tahun 2000-an silam. Arsip Foto: © Yusnadi Nazar

Patung gajah warna putih yang dahulu berdiri di seberang Gedung Daerah Tanjungpinang dan menjadi salah satu ikon Tanjungpinang tempo dulu.

Berdekatan dengan kawasan Monumen Proklamasi Riau, patung ini menjadi ruang publik dan tempat bersantai sekaligus lokasi swafoto favorit.
Saat ini, patung gajah dapat ditemui di area taman bermain anak di Lapangan Pamedan Ahmad Yani Tanjungpinang. Warnanya berubah menjadi hitam.

Meskipun berpindah lokasi, patung gajah ini tetap menghadirkan nostalgia tersendiri bagi yang pernah merasakan suasana Tanjungpinang tempo dulu.

Puncak Bukit Cermin

Melihat Jejak Ikon Legendaris Tanjungpinang Tempo Dulu
Puncak Bukit Cermin Tanjungpinang, era tahun 1980-an silam. Arsip Foto: © Haji Nazar Anwar

Pada zaman Kerajaan Riau Lingga, kawasan Bukit Cermin Tanjungpinang, menjadi salah satu benteng pertahanan dan pos pemantau gerakan musuh.

Tempo dulu sekitar 1980-an, kawasan Puncak Bukit Cermin Tanjungpinang, menjadi tujuan favorit untuk menikmati panorama kota dari ketinggian. 
Menjelang sore, banyak yang naik ke bukit untuk melihat sunset, keindahan Gunung Bintan atau sekadar menikmati panorama rumah penduduk di bawahnya.

Meskipun kini kawasan tersebut telah dipenuhi permukiman, titik tertinggi di sana, tetap memberikan pemandangan indah Kota Tanjungpinang dari sisi berbeda. 

Simbol Keselamatan Lalu Lintas

Melihat Jejak Ikon Legendaris Tanjungpinang Tempo Dulu
Simbol keselamatan lalu lintas yang berlokasi di Batu 3 Tanjungpinang, era tahun 2000-an silam. Arsip Foto: © Yusnadi Nazar

Patung ini sebagai simbol keselamatan berlalu lintas. Tempo dulu, patung tersebut berdiri tepat di depan Kantor Satlantas Polres Tanjungpinang.

Keberadaannya menjadi pemandangan yang akrab bagi setiap pengguna jalan yang melintas di Jalan MT Haryono Batu 3 Tanjungpinang.
Patung ini mejadi simbol peringatan keras tentang risiko di jalan raya. Patung yang seolah mengajak pengendara agar selalu waspada di jalan raya. 

Kini, jejak keberadaannya tidak lagi berbekas. Sekitar tahun 2010 silam, patung tersebut diturunkan dari tempatnya berdiri memberi peringatan. 

Tugu Pensil

Melihat Jejak Ikon Legendaris Tanjungpinang Tempo Dulu
Tugu Pensil Jalan Agus Salim Tanjungpinang, era tahun 2000-an silam. Arsip Foto: © Yusnadi Nazar

Tugu Pensil di tepi laut Jalan Agus Salim Tanjungpinang, merupakan salah satu ikon legendaris edukatif Tanjungpinang tempo dulu.

Kehadiran Tugu Pensil ini, menjadi simbol keberhasilan Kepulauan Riau khususnya Tanjungpinang dalam memberantas buta huruf tahun 1960.

Dirancang oleh putra daerah, Ir. Nizar Nasir, tugu ini mulai dibangun pada 1962. Peletakan batu pertama oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Profesor Prijono.
Dengan bentuk menyerupai ujung pensil runcing dan alas menyerupai segitiga terbalik, Tugu Pensil menjadi identitas khas Kota Tanjungpinang.

Saat ini, area sekitarnya telah berkembang menjadi Taman Tugu Pensil, lengkap dengan jogging track, lapangan voli, gazebo dan kios makanan.

Selain itu, dilengkapi prasasti Gurindam 12 karya Raja Ali Haji. Kini Tugu Pensil tetap menjadi ruang untuk bersantai sambil menikmati suasana tepi laut.

Menjaga Kenangan Kota Lama Tanjungpinang 

Berbagai tempat di atas mungkin sudah berubah atau bahkan hilang, namun kenangan akan Kota Lama Tanjungpinang tempo dulu, tetap hidup.

Tempat yang dahulu akrab di mata dan langkah, kini mungkin telah berganti rupa atau tinggal nama. Namun, tidak pernah benar-benar pergi. 

Kenangan itu hidup dalam memori bersama, tersimpan rapi di balik cerita generasi lama, foto-foto usang dan jejak yang masih melekat di sudut kota.
Kota Lama Tanjungpinang bukan sekadar ruang, melainkan saksi perjalanan zaman, tempat kenangan tumbuh dan identitas kota dibentuk perlahan.

Merawat ingatan dan kenangan akan Kota Lama Tanjungpinang adalah cara menghormati tempo dulu, agar generasi mendatang, tetap mengenal akar historis.
Mungkin dari sanalah Kota Lama Tanjungpinang terus berdiri dan berkembang serta melangkah menuju masa depan tanpa kehilangan jati diri.

Yang pasti, setiap ingatan dan memori masyarakat mengenai Tanjungpinang tempo dulu, tersimpan sejuta cerita kenangan dan nostalgia. 

Tidak kalah penting, merawat kenangan,  menjadi cara mengingat perjalanan historis Tanjungpinang tempo dulu hingga menjadi Tanjungpinang yang modern. (*)

Penulis: Yusnadi Nazar
Posting Komentar