Membingkai Cerita Pengabdian Lewat Lensa, PFI Kepulauan Riau Gelar Sayembara Fotografi

Membingkai Cerita Pengabdian Lewat Lensa, PFI Kepulauan Riau Gelar Sayembara Fotografi
Membingkai cerita pengabdian lewat lensa, PFI Kepulauan Riau gelar sayembara fotografi. 

Catatan Visual - Di balik setiap foto yang kuat, selalu ada narasi dan cerita pengabdian yang mampu berbicara lebih jauh daripada kata-kata.

Sebuah foto yang baik tidak hanya bicara teknik, menangkap cahaya dan komposisi, tetapi ada cerita pengabdian dan kedekatan manusia.

Selain itu, di balik sebuah foto, ada momen tentang cerita pengabdian, pelayanan, kepedulian, hingga kedekatan yang terekam dalam satu bingkai.
Semangat itulah yang dihadirkan dalam lomba atau sayembara fotografi HUT ke-80 Bhayangkara tajaan Pewarta Foto Indonesia (PFI) Kepulauan Riau.

Bersama Polda Kepulauan Riau, PFI Kepulauan Riau menggelar sayembara fotografi bertajuk "Polri untuk Masyarakat" untuk umum. 

Melalui lensa para fotografer, momen-momen pelayanan dan cerita pengabdian anggota Polri, diharapkan dapat terekam. 
Momen yang akan menjadi sebuah karya visual yang bercerita dan tidak hanya menarik untuk dipandang, tetapi juga punya makna.

Tidak hanya itu, sayembara fotografi ini juga menjadi ruang kreatif bagi masyarakat untuk mengabadikan berbagai aktivitas kepolisian. 

Tidak sekadar kompetisi fotografi, sayembara ini juga mampu menghadirkan sudut pandang lebih dekat tentang peran Polri di tengah masyarakat.

Fotografi Punya Kekuatan untuk Menyampaikan Pesan

Ketua PFI Kepulauan Riau Tommy Purniawan, menilai sebuah karya fotografi memiliki kekuatan unik dalam menyampaikan pesan. 

Karya foto tidak hanya merekam peristiwa, tetapi juga mampu menangkap emosi, membangun pemahaman, dan menghadirkan cerita. 

Lomba ini menjadi momentum bagi fotografer untuk merekam berbagai bentuk pengabdian anggota Polri yang mungkin selama ini luput dari perhatian.
Bagi para penggiat fotografi di Kepulauan Riau, kesempatan ini menjadi panggung untuk menghadirkan karya-karya visual yang tidak hanya menarik secara estetika.

Namun juga memiliki nilai cerita pengabdian yang kuat. Setiap foto diharapkan mampu menggambarkan hubungan Polri dan masyarakat. 

Dalam sayembara ini, PFI Kepulauan Riau bersama Polda Kepulauan Riau, menyediakan total hadiah sebesar Rp16 juta.
Juara pertama dalam sayembara foto ini akan memperoleh hadiah Rp7,5 juta, fotografer juara kedua Rp5 juta dan fotografer juara ketiga Rp3,5 juta. 

Para pemenang juga akan mendapatkan piagam atau plakat penghargaan sebagai bentuk apresiasi atas karya fotografi yang dihasilkan.

“Melalui lomba ini, kami ingin mengajak fotografer, jurnalis, pelajar, mahasiswa, hingga masyarakat umum untuk mengabadikan berbagai aktivitas Polri," ajak Tommy. 

Persyaratan Teknis Sayembara Fotografi

Untuk menjaga kualitas kompetisi ini, penyelenggara sayembara foto juga telah menyiapkan dan menetapkan sejumlah persyaratan teknis.

Peserta diwajibkan mengirimkan foto tunggal yang diambil menggunakan kamera digital jenis DSLR atau mirrorless. Tidak menggunakan telepon genggam. 

Setiap karya harus memiliki resolusi minimal 3.000 piksel pada sisi terpanjang dan merupakan hasil pemotretan dalam rentang waktu satu tahun terakhir.

Keaslian karya fotografi juga akan diverifikasi melalui data EXIF yang melekat pada file foto yang diperlombakan. 
Tommy menegaskan, seluruh karya foto yang dikirim harus merupakan hasil pemotretan asli dari peserta yang mengikuti lomba. 

Foto yang diikutsertakan harus diambil sejak 1 Juli 2025 hingga masa penutupan pendaftaran pada 27 Juni 2026 mendatang. 

Penyelenggara juga melarang penggunaan teknologi Artificial Intelligence (AI) dalam proses pembuatan karya foto.

Setiap peserta diperbolehkan mengirimkan maksimal lima karya foto dalam format JPEG dengan ukuran file minimal 5 MB. 
Karya foto yang dikirim wajib dilengkapi dengan judul dan caption (takarir/narasi) yang menjelaskan konteks serta cerita di balik foto atau gambar.

Selain mengunggah karya melalui tautan resmi panitia, peserta juga diwajibkan mempublikasikan karya foto di akun Instagram yang bersifat publik. 

Dalam unggahan tersebut, peserta harus mencantumkan tagar #bidhumaspoldakepri, #poldakepri,  #lombafotohut80poldakepri2026. Menandai akun @humaspoldakepri dan @pfikepri.

"Lomba foto ini juga menjadi ruang bagi insan fotografi di Kepulauan Riau untuk menunjukkan karya foto terbaik,” tambahnya. 
Di tengah derasnya arus informasi digital, sayembara foto ini menjadi pengingat sebuah foto tetap memiliki kekuatan besar dalam merekam realitas. 

Melalui lensa para fotografer, berbagai bentuk pengabdian Polri dapat hadir lebih dekat, lebih manusiawi dan lebih mudah dipahami masyarakat.

Lebih dari berburu hadiah, lomba ini menjadi kesempatan merekam jejak pelayanan yang mungkin suatu hari akan menjadi bagian dari catatan historis. 

Sebab setiap foto yang baik bukan hanya tentang apa yang terlihat, melainkan juga tentang cerita pengabdian yang terus hidup di baliknya. (*)

Penulis: Yusnadi Nazar
Arsip Foto: PFI Kepulauan Riau
Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar