Sepenggal Cerita Lawas Kampung Tambak, Jejak Kampung Tua Legendaris di Tanjungpinang
0 menit baca
![]() |
| Sepenggal cerita lawas Kampung Tambak, jejak kampung tua legendaris di Tanjungpinang. |
Catatan Visual - Saat ini, berdiri deretan pertokoan, permukiman serta padatnya aktivitas perdagangan di kawasan Kampung Tambak Tanjungpinang.
Namun di balik itu, Kampung Tambak termasuk salah satu kampung tua yang memiliki historis panjang dalam perkembangan Kota Tanjungpinang.
Nama Kampung Tambak mungkin kini lebih sering terdengar sebagai nama jalan atau kawasan perdagangan di kawasan Tanjungpinang Barat.
Namun jauh sebelum deretan ruko dan bangunan permanen berdiri rapat, kawasan ini merupakan sebuah perkampungan masyarakat Melayu.
Kampung tua legendaris ini tumbuh dan berkembang di tepian pesisir Hulu Riau dan menjadi bagian penting dari lanskap awal Tanjungpinang.
Sebagai kota yang berkembang dari jalur perdagangan maritim Kerajaan Riau Lingga, Tanjungpinang menyimpan banyak kampung tua.
Kampung Tambak termasuk di antaranya bersama Kampung Bukit atau Bukit Cermin, Kemboja, Gudang Minyak, Potong Lembu dan Teluk Keriting.
Selain itu, bersama sejumlah perkampungan awal lainnya di Tanjungpinang, Kampung Tambak turut membentuk wajah kota tempo dulu.
Awal Mula Nama Kampung Tambak
Historis Kampung Tambak tidak dapat dilepaskan dari keberadaan sebuah tambak besar yang pernah berdiri di kawasan tersebut.
Menurut catatan Peneliti Sejarah BRIN Dedi Arman, nama Kampung Tambak berasal dari sebuah tambak yang dahulu dibangun secara gotong royong.
Tambak tersebut kemudian menjadi bagian dari kehidupan ekonomi masyarakat yang menggantungkan hidup pada sumber daya pesisir dan laut.
Dalam kajian toponimi Kota Tanjungpinang disebutkan, Kampung Tambak tempo dulu berupa kawasan rawa dan pesisir.
Sehingga masyarakat setempat kemudian memanfaatkan kondisi geografis tersebut dengan membuat tambak-tambak ikan.
Hasilnya budidaya itu kemudian diperjualbelikan kepada masyarakat sekitar maupun para pedagang yang singgah di Tanjungpinang.
Dari aktivitas budidaya dan perdagangan itulah nama Kampung Tambak kemudian terbentuk dan melekat serta diwariskan dari generasi ke generasi.
Nama itu juga menjadi penanda hubungan erat masyarakat dengan lingkungan pesisir yang menjadi sumber penghidupan sejak berabad-abad lalu.
Kampung Tua di Tengah Perkembangan Kota
Sebelum berubah menjadi kawasan perdagangan, Kampung Tambak dikenal sebagai perkampungan yang mayoritas dihuni masyarakat Melayu.
Jejak keberadaan kampung tua masih dapat dikenali melalui beberapa bangunan lama yang bertahan hingga sekarang.
Namun sebelum berkembang menjadi pusat bisnis, Kampung Tambak adalah ruang hidup masyarakat yang tumbuh secara alami di pesisir Tanjungpinang.
Sebagaimana kampung-kampung tua lainnya di Tanjungpinang, kehidupan masyarakat berlangsung dalam suasana gotong royong yang kuat.
Kedekatan dengan laut dan jalur perdagangan, membuat masyarakat setempat tidak hanya berprofesi sebagai nelayan.
Masyarakat lainnya juga terlibat dalam berbagai aktivitas ekonomi lainnya yang menopang pertumbuhan dan perkembangan Kota Tanjungpinang.
Hilangnya Tambak, Bertahannya Nama
Perjalanan waktu membawa perubahan besar bagi Kampung Tambak. Pertumbuhan ekonomi dan peningkatan jumlah penduduk turur berpengaruh.
Tambak-tambak ikan tempo dulu yang menjadi identitas, perlahan menghilang akibat pembangunan permukiman dan pusat perdagangan.
Lahan yang sebelumnya berupa kawasan budidaya ikan itu kemudian ditimbun dan berubah menjadi kawasan padat serta berdiri deretan pertokoan.
Kini hampir tidak ada lagi jejak fisik tambak yang pernah memberi nama pada kampung tua legendaris di Tanjungpinang tersebut.
Namun nama Kampung Tambak tetap bertahan dalam ingatan dan memori masyarakat melalui Jalan Tambak yang masih dikenal luas hingga saat ini.
Meskipun demikian, perubahan ini menunjukkan bagaimana sebuah nama tempat, mampu menjadi arsip historis yang hidup.
Saat bangunan, lanskap, dan aktivitas lama telah berubah, toponimi atau penamaan kawasan, tetap menyimpan cerita tentang tempo dulu.
Meskipun telah berubah, kampung tua legendaris di Tanjungpinang ini tetap menyimpan cerita lama tentang kebersamaan tempo dulu.
Menjadi Bagian dari Mozaik Kota Tanjungpinang
Dalam perkembangan historisnya, Kampung Tambak menjadi bagian dari mozaik kampung-kampung tua yang membentuk identitas Tanjungpinang.
Setiap kampung memiliki kisah tersendiri dan Kampung Tambak mengingatkan pada tradisi pemanfaatan lanskap alam oleh masyarakat Melayu.
Bersama kampung tua lainnya, Kampung Tambak membangun identitas Tanjungpinang sebagai kota multietnis, budaya dan perdagangan.
Meskipun Kampung Tambak mungkin tidak lagi menampilkan wajah kampung tempo dulu, namun historisnya tetap penting untuk dikenang.
Sebab di balik deretan ruko, jalan yang ramai dan kawasan perdagangan yang berkembang, tersimpan cerita tentang tambak besar.
Cerita sederhana itu menjadi pengingat bahwa Tanjungpinang tidak lahir begitu saja, melainkan tumbuh dari kerja keras, kebersamaan dan kearifan masyarakat.
Di tengah modernisasi kota, Kampung Tambak adalah salah satu jejak yang masih tersisa dari Tanjungpinang tempo dulu.
Kampung Tambak sebagai kampung tua legendaris, mungkin telah berubah rupa, namun tidak pernah hilang dari perjalanan historis Tanjungpinang. (*)
Penulis: Yusnadi Nazar
Arsip Foto: Almarhum Muhammad Yusuf Ar (Foto masyarakat di depan Surau Al Jannah Kampung Tambak Tanjungpinang tempo dulu)

