Tanjung Buntung dan Jejak Kawasan Legendaris di Ujung Tanjungpinang

Tanjung Buntung dan Jejak Kawasan Legendaris di Ujung Tanjungpinang
Melihat jejak kawasan legendaris di ujung Tanjungpinang. Monumen Raja Haji Fisabilillah yang berdiri di kawasan Tanjung Buntung, 2001 silam. Arsip Foto: © Yusnadi Nazar

Catatan Visual - Di pesisir Tanjungpinang, terdapat sebuah nama kawasan legendaris yang kadang hanya disebut dalam bisik-bisik cerita orang tua dan buku historis. 

Tanjung Buntung namanya. Kawasan legendaris yang kini bagian dari lanskap modern Tanjungpinang, dikenal sebagai area Taman Gurindam 12.

Namun di balik nama itu tersimpan jejak historis yang sarat kisah dan cerita perjuangan, tragedi dan asal–usul nama kawasan legendaris yang unik itu. 

Nama Tanjung Buntung tidak muncul begitu saja. Ia lahir dari pengalaman pahit masyarakat lokal pada masa perang tempo dulu.

Menurut beberapa versi catatan dan kajian lokal, nama “Buntung” terkait dengan episode masa pendudukan Jepang tahun 1942-1945. 

Saat itu, banyak penghukuman terhadap warga Belanda, bangsa Eropa dan sebagian masyarakat lokal di Tanjungpinang. 

Hukuman itu dilakukan secara brutal oleh tentara pendudukan, termasuk hukuman yang bisa disebut kejam berupa pemenggalan anggota tubuh.

Tempo dulu, masyarakat sering menjumpai bagian tertentu dari tubuh manusia. Misalnya kepala, tangan atau kaki (Buntung). 

Dari episode tragis itulah kemudian masyarakat tempo dulu menyebut kawasan legendaris itu sebagai Tanjung Buntung. 

Meskipun begitu, kisah tragis ini, memberikan makna historis pada sebuah nama geografis yang mungkin tampak biasa bagi generasi masa kini.

Tanjungpinang, Lebih Dari Sekedar Nama

Kota Tanjungpinang sendiri bukanlah kota biasa. Sebagai ibu kota Provinsi Kepri, kota ini secara historis, mempunyai peran penting.

Bagian penting dari era Kesultanan Riau Lingga, pusat pemerintahan, budaya dan jalur perdagangan internasional di sebelum masuknya era kolonial.

Nama Tanjungpinang sendiri berasal dari karakter geografisnya yaitu tanjung yang menjorok ke laut dengan pohon pinang tumbuh di pesisir.

Selain itu, Tanjungpinang tempo dulu berperan sebagai bandar perdagangan yang ramai dilintasi kapal dari berbagai penjuru dunia.

Kawasan legendaris di juga memegang peran vital. Tidak hanya sebagai pusat ekonomi, tetapi juga sebagai medan tempur melawan penjajah. 

Dalam buku “Panduan Benda Cagar Budaya Kota Tanjungpinang”, disebutkan berbagai titik strategis di kawasan Tanjungpinang.

Termasuk salah satunya kawasan legendaris dan pusat pertahanan yang kini melegenda disebut sebagai Tanjung Buntung. 

Di kawasan legendaris ini pernah berdiri benteng-benteng pertahanan yang dibangun untuk melindungi kerajaan dan pelabuhan dari serangan musuh.

Benteng yang merupakan bagian dari sistem pertahanan. Dibangun oleh panglima perang legendaris Raja Haji Fisabilillah.

Kawasan legendaris yang menjadi pusat pertahanan dalam palagan melawan penjajah dan kolonial pada era abad ke-18.

Dari Tempo Dulu ke Kehidupan Kontemporer Masa Kini

Tanjung Buntung dan Jejak Kawasan Legendaris di Ujung Tanjungpinang
Kawasan Tanjung Buntung Tanjungpinang, 2002 silam. Arsip Foto: © Yusnadi Nazar

Meskipun namanya jarang disebut dalam buku pelajaran sekolah, masyarakat lokal hingga kini masih mengingat Tanjung Buntung. 

Kawasan legendaris itu kini merupakan bagian dari kawasan kota yaitu area Taman Gurindam 12 yang ramai dilintasi masyarakat dan wisatawan

Namun di balik itu semua, tetap masih melekat kisah tempo dulu yang membentuk identitas lokal masyarakat Tanjungpinang.

Perubahan tata ruang dan kedatangan pendatang dari berbagai suku telah mengubah kehidupan sosial dan budaya masyarakat tradisional Melayu. 

Namun narasi historis seperti nama kawasan legendaris Tanjung Buntung, tetap menjadi simbol yang perlu dilestarikan.

Tanjung Buntung bukan sekadar nama geografis. Ia jadi bukti bahwa nama tempat, sering menyimpan cerita hidup tentang tragedi dan perjuangan. 

Di balik modernitas kota yang terus berkembang, kisah semacam ini menjadi jembatan penting antara tempo dulu dan masa depan sebuah kota. 

Bagi Kota Tanjungpinang, kawasan legendaris Tanjung Buntung, tetap menjadi salah satu jejak historis yang patut dikenang. (*)

Penulis: Yusnadi Nazar

Posting Komentar