Dari Jendela Kelas Tempo Dulu, Menelusuri Jejak Sekolah Klasik di Tanjungpinang

Dari Jendela Kelas Tempo Dulu, Menelusuri Jejak Sekolah Klasik di Tanjungpinang
Dari jendela kelas tempo dulu, menelusuri jejak sekolah klasik Midel Baree Scholl di Tanjungpinang. Arsip Foto: © Yusnadi Nazar

Catatan Visual - Perkembangan pendidikan di Tanjungpinang terus melaju. Namun di baliknya berdiri sebuah sekolah klasik yang telah menjadi saksi. 

Sekolah klasik di Tanjungpinang ini menjadi saksi perjalanan panjang dunia pendidikan sejak masa kolonial hingga Indonesia merdeka. 

Mungkin sebagian masyarakat di Tanjungpinang tidak banyak yang tahu.  Sekolah klasik itu adalah SMP Negeri 1 Tanjungpinang.  
Dalam catatan historis Sekolah Menengah Pertama itu, dikenal dengan Midel Baree Scholl atau Meer Uitgebreid Lager Onderwijs (MULO).

Historis SMP Negeri 1 Tanjungpinang tidak dapat dipisahkan dari perkembangan pendidikan kolonial di Pulau Bintan. 

Pada abad 20, pemerintah Hindia Belanda mulai membuka sekolah modern untuk memenuhi kebutuhan tenaga administrasi dan pegawai pemerintahan.

Salah satu lembaga pendidikan yang berkembang di Tanjungpinang saat itu adalah Middelbare School atau Midel Baree Scholl.
Sekolah klasik ini menjadi salah satu jenjang pendidikan lanjutan yang cukup bergengsi tempo dulu dan melahirkan banyak tokoh terdidik di Kepulauan Riau.

Pada masa itu, kesempatan memperoleh pendidikan menengah masih sangat terbatas. Hanya anak-anak dari kalangan tertentu dapat mengakses pendidikan.

Namun kehadiran Midel Baree Scholl menjadi simbol munculnya intelektual lokal yang kelak berperan dalam berbagai bidang. 

Sekolah Klasik yang Bertahan di Tengah Pergantian Zaman

Memasuki masa pendudukan Jepang pada 1942 hingga 1945, sistem pendidikan kolonial mengalami perubahan besar. 

Banyak sekolah ditutup atau dialihkan fungsinya. Namun bangunan dan tradisi pendidikan, tetap menjadi fondasi pendidikan setelah Indonesia merdeka.

Setelah kemerdekaan Indonesia, pemerintah mulai menata kembali sistem pendidikan nasional untuk kebutuhan pendidikan masyarakat.
Sekolah-sekolah klasik peninggalan kolonial kemudian diintegrasikan ke dalam sistem pendidikan Indonesia dan berkembang menjadi sekolah negeri.

Berdasarkan data resmi pendidikan nasional, pemerintah mengeluarkan Surat Keputusan pendirian tertanggal 23 Juli 1951 dengan nomor 2106/B.II.

Keputusan itu menjadikan SMP Negeri 1 sebagai sekolah menengah pertama tertua di Tanjungpinang dan Kepulauan Riau.

Menjadi SMP Negeri Pertama di Tanjungpinang

Tahun 1951 menjadi tonggak penting dalam historis perjalanan pendidikan di Pulau Bintan, Tanjungpinang dan Kepulauan Riau. 

Pada masa itu, Tanjungpinang dan Pulau Bintan masih menjadi pusat pemerintahan dan perdagangan di kawasan Kepulauan Riau.

Sebagai sekolah negeri pertama jenjang SMP, lembaga ini memainkan peran penting dalam mencetak generasi terdidik pada era awal kemerdekaan.
Banyak lulusannya kemudian melanjutkan pendidikan ke sekolah-sekolah menengah atas yang baru berkembang di Tanjungpinang pada dekade 1950-an dan 1960-an.

Kehadiran sekolah klasik ini turut membuka akses pendidikan bagi masyarakat yang sebelumnya sulit memperoleh pendidikan formal. 

Namun dari sini lahir banyak guru, pegawai negeri, advokat, penulis, wartawan, pengusaha, tokoh masyarakat hingga pemimpin yang sangat berkontribusi. 

Lokasi yang Sarat Nilai Historis

Hingga kini SMP Negeri 1 Tanjungpinang masih berada di kawasan Bukit Cermin, tepatnya di Jalan Tugu Pahlawan Tanjungpinang 

Menurut catatan historis, lokasi tersebut telah sejak lama dikenal sebagai salah satu kawasan pendidikan penting di kota Tanjungpinang. 

Saat ini, bangunan sekolah klasik ini memang telah mengalami berbagai renovasi dan penyesuaian mengikuti kebutuhan zaman. 
Namun jejak historisnya hidup melalui cerita alumni dan masyarakat yang mengenang sekolah ini sebagai pusat pendidikan tertua di Tanjungpinang.

Bagi masyarakat Tanjungpinang, nama Midel Baree School bukan sekadar sebutan lama, melainkan simbol pendidikan modern di Pulau Bintan. 

Dari ruang-ruang kelas sederhana pada masa kolonial hingga fasilitas pendidikan modern saat ini, sekolah klasik tersebut telah melewati berbagai periode historis.

Warisan Pendidikan Tempo Dulu yang Terus Berlanjut

Dari Jendela Kelas Tempo Dulu, Menelusuri Jejak Sekolah Klasik di Tanjungpinang
Pelajar duduk bersila menunggu pengumuman kelulusan SMP Negeri 1 Tanjungpinang. Arsip Foto: © Yusnadi Nazar

Lebih dari tujuh dekade setelah resmi berdiri sebagai sekolah negeri, SMP Negeri 1 Tanjungpinang tetap menjadi salah satu sekolah favorit di Tanjungpinang. 

Status akreditasi A dan adanya aktivitas pendidikan, menunjukkan lembaga ini mampu beradaptasi dengan perubahan zaman tanpa meninggalkan akar historis.

Selain itu, cerita historis SMP Negeri 1 Tanjungpinang adalah cerita tentang perkembangan dan warisan pendidikan tempo dulu. 
Dari era Midel Baree Scholl pada masa kolonial, masa kemerdekaan, hingga era modern, sekolah klasik ini terus menjalankan perannya. 

SMP Negeri 1 Tanjungpinang terus menjalankan fungsinya mencetak generasi-generasi penerus di Kepulauan Riau bahkan Indonesia. 

Tidak hanya itu, karena nilai historisnya, pemerintah Tanjungpinang menetapkan bangunan SMP Negeri 1 Tanjungpinang sebagai bangunan cagar budaya. 
Penetapan sebagai bangunan historis dan cagar budaya Kota Tanjungpinang itu, melalui Surat Keputusan Nomor 278 Tahun 2014.

Walaupun demikian, di balik tembok-tembok sekolah yang masih berdiri hari ini, tersimpan jejak panjang perjalanan pendidikan Tanjungpinang. 

Sebuah jejak sekolah klasik tempo dulu dan warisan historis pendidikan tempo dulu yang patut dikenang dan dijaga oleh generasi mendatang. (*)

Penulis: Yusnadi Nazar

Catatan editor: penulis adalah salah seorang alumni dari sekolah klasik SMP Negeri 1 Tanjungpinang.
Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar