Kota Klasik Tanjungpinang Gemilang, Perpaduan Romansa Tempo Dulu dan Gelora Kota Maju
0 menit baca
![]() |
| Kota klasik Tanjungpinang gemilang, perpaduan romansa tempo dulu dan gelora kota maju. Arsip Foto: © Yusnadi Nazar |
Catatan Visual - Kota klasik Tanjungpinang yang lekat dengan jejak historis, budaya dan romansa tempo dulu itu, kini gemilang di puncak.
Berada di puncak prestasi setelah mencatat capaian tertinggi sebagai kota maju dalam Indeks Daya Saing Daerah (IDSD) 2025 se-provinsi Kepri.
Romansa tempo dulu berpadu dengan gelora kota maju, menjadikannya bukan sekadar kota klasik, tetapi wajah masa depan yang penuh optimisme.
Di kota klasik Tanjungpinang, bangunan lama, jalan yang menyimpan cerita dan denyut kehidupan, masih menjadi bagian dari identitas yang tidak tergantikan.
Namun di balik wajah klasiknya, Kota Tanjungpinang terus bergerak mencapai puncak dan menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman.
Transformasi digital, peningkatan kualitas layanan publik dan penguatan ekonomi kreatif, menjadi langkah nyata yang kini mulai membuahkan hasil.
Capaian skor tertinggi IDSD 2025 dari BRIN, menjadi bukti bahwa kemajuan sebuah kota, tidak selalu harus menghapus akar historis.
Sebaliknya, kota klasik Tanjungpinang menunjukkan bahwa romansa tempo dulu dan warisan budaya, dapat berjalan seiring dengan inovasi.
Kota klasik Tanjungpinang memadukan nilai tradisi dengan tata kelola modern, menghadirkan ruang nyaman sekaligus menarik bagi dunia usaha dan investasi.
Capaian prestasi ini tidak hanya menjadi kebanggaan, tetapi berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat Tanjungpinang.
Gelora itulah yang kini menjadikan kota klasik Tanjungpinang bersinar di puncak. Dari kota peradaban Melayu, kini tumbuh percaya diri menatap masa depan.
Selain itu, kota klasik Tanjungpinang tetap anggun menjaga kenangan, namun tidak pernah ragu bergerak dan melangkah menuju kota maju.
Tanjungpinang Puncaki Indeks Daya Saing Daerah
Di tengah tantangan ekonomi daerah yang semakin kompetitif, kota klasik Tanjungpinang kembali mencatatkan capaian membanggakan.
Tanjungpinang berhasil meraih skor tertinggi se-provinsi Kepri dalam IDSD 2025, sekaligus melampaui rata-rata provinsi maupun nasional.
Berdasarkan data IDSD 2025, Kota Tanjungpinang memperoleh skor 4,17, tertinggi di antara seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Kepri.
Angka itu menjadi penanda Tanjungpinang dinilai memiliki fondasi pembangunan kuat, adaptif serta mampu bersaing di tengah perubahan zaman.
Prestasi ini bukan sekadar deretan angka dalam laporan statistik. Di balik capaian itu, tersimpan gambaran kota yang tidak bertumpu pada sumber daya alam.
Namun mampu tumbuh melalui tata kelola pemerintahan, penguatan sumber daya manusia, teknologi dan iklim usaha yang sehat.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Tanjungpinang Teguh Susanto, menyebut capaian itu merupakan hasil kerja bersama.
Sebuah hasil kerja sama antara berbagai pihak, masyarakat dan pemerintah dalam mendorong pembangunan kota yang berkelanjutan.
“Alhamdulillah, capaian IDSD ini menjadi bukti Kota Tanjungpinang terus bergerak ke arah yang positif. Ini adalah hasil kerja bersama,” sebut Teguh.
Kota Kecil dengan Daya Saing Besar
Sebagai kota klasik yang dikenal sebagai pusat pemerintahan, Tanjungpinang memiliki karakter ekonomi berbeda dibanding daerah lain.
Saat daerah lain bertumpu pada industri besar dan sumber daya alam, Tanjungpinang justru memiliki kekuatan utama yaitu efisiensi, inovasi dan kolaborasi.
Dalam penilaian IDSD tahun 2025, kota klasik Tanjungpinang menunjukkan performa yang menonjol pada sejumlah pilar strategis.
Di antaranya adopsi teknologi informasi dan komunikasi (TIK), pasar tenaga kerja, sistem keuangan, ukuran pasar, serta dinamika bisnis.
Pilar-pilar strategis itu menjadi indikator paling penting dalam mengukur kemampuan daerah dalam menghadapi persaingan.
Saat digitalisasi menjadi kebutuhan utama, kesiapan infrastruktur dan pelayanan berbasis teknologi menjadi keunggulan tersendiri.
Saat investasi membutuhkan kepastian, sistem keuangan dan iklim bisnis yang sehat menjadi penentu keberhasilan sebuah kota yang maju.
Bagi kota klasik Tanjungpinang, capaian prestasi yang tinggi ini, mencerminkan arah pembangunan kota yang mulai menunjukkan hasil nyata.
Memahami Indeks Daya Saing Daerah
IDSD merupakan instrumen pengukuran yang menggambarkan kemampuan suatu daerah dalam mengelola sumber daya dan kebijakan pembangunan.
Tujuannya yaitu untuk meningkatkan produktivitas, kesejahteraan masyarakat, serta pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Penilaian dilakukan melalui berbagai pilar utama, mulai dari institusi, infrastruktur, adopsi TIK, stabilitas ekonomi makro dan kesehatan.
Selain itu, penilaian berdasarkan keterampilan sumber daya manusia, pasar produk, pasar tenaga kerja, sistem keuangan hingga ekosistem inovasi.
Tidak hanya itu, semakin tinggi skor penilaian IDSD yang diperoleh, semakin kuat pula fondasi pembangunan pada daerah tersebut.
Menurut Teguh, hasil IDSD ini harus dibaca sebagai sebuah motivasi untuk terus berbenah dan berubah, bukan hanya sekadar prestasi seremonial.
Pihaknya berkomitmen memperkuat tata kelola pemerintahan, pelayanan berbasis digital, dan pengembangan SDM agar daya saing daerah semakin meningkat.
“Kami berharap capaian ini tidak hanya menjadi angka, tetapi benar-benar berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat," tegasnya.
Tantangan Setelah Prestasi
Meraih peringkat tertinggi tentu menjadi kebanggaan, namun mempertahankannya adalah pekerjaan berikutnya yang menjadi tantangan.
Persaingan antar daerah semakin ketat, perkembangan teknologi berlangsung cepat dan kebutuhan terhadap pelayanan publik semakin tinggi, jadi tantangan.
Oleh karena itu, transformasi digital menjadi agenda penting yang diperkuat. Pelayanan cepat, transparan dan mudah, menjadi tuntutan dalam pemerintahan modern.
Di sisi lain, peningkatan kualitas sumber daya manusia juga menjadi kunci. Kota yang kompetitif tidak hanya ditentukan oleh gedung dan infrastruktur.
Namun kota kompetitif juga ditentukan oleh kemampuan masyarakatnya untuk beradaptasi, berinovasi dan menciptakan nilai tambah ekonomi.
Penguatan ekonomi kreatif, dukungan UMKM, iklim investasi sehat, menjadi faktor penting agar capaian daya saing, terasa hingga ke tingkat masyarakat.
Menjadi Role Model
![]() |
| Senja di kota klasik Tanjungpinang. Arsip Foto: © Yusnadi Nazar |
Dengan raihan skor tertinggi IDSD di Kepri, Tanjungpinang diharapkan dapat menjadi contoh pembangunan daerah yang inklusif, inovatif dan berdaya saing.
Tidak hanya sebagai pusat pemerintahan dan ibu kota provinsi, tetapi juga sebagai kota yang mampu menunjukkan kemajuan.
Kota yang dapat dibangun melalui tata kelola yang baik, kolaborasi yang kuat, serta keberanian beradaptasi dengan perubahan.
Capaian prestasi ini menegaskan satu hal, daya saing bukan semata soal besarnya wilayah atau melimpahnya sumber daya alam.
Melainkan tentang bagaimana sebuah daerah mengelola potensi berlimpah dengan gelora tinggi untuk masa depan yang lebih baik.
Dari semua itu, setidaknya hari ini kota klasik Tanjungpinang yang penuh historis, budaya dan romansa tempo dulu itu, telah membuktikannya. (*)
Penulis: Yusnadi Nazar


