Mengungkap Jejak Lawas dan Nama Teluk Keriting, Kampung Tua Legendaris di Tanjungpinang

Mengungkap Jejak Lawas dan Nama Teluk Keriting, Kampung Tua Legendaris di Tanjungpinang
Mengungkap jejak lawas dan nama Teluk Keriting, salah satu kampung tua legendaris di Tanjungpinang. Arsip Foto: © Yusnadi Nazar

Catatan Visual - Di antara nama kampung tua yang menghiasi peta Tanjungpinang, terdapat satu nama yang selalu mengundang rasa penasaran yaitu Teluk Keriting. 

Nama ini terdengar unik, bahkan sedikit ganjil bagi yang pertama mendengarnya. Sebab kata keriting, lazim digunakan untuk menggambarkan rambut. 

Namun di kawasan pesisir barat Tanjungpinang, kata itu telah melekat selama berabad-abad sebagai identitas dan menjadi bagian penting dari historis.
Hari ini, Teluk Keriting membentang dari sekitar wilayah pertahanan TNI Angkatan Laut, perairan Batu Hitam hingga tepi laut Tanjungpinang. 

Kawasan legendaris ini juga pernah populer dengan sebutan Turki, singkatan akrab dari Teluk Keriting yang digunakan masyarakat Melayu setempat. 

Namun jauh sebelum menjadi kawasan  permukiman padat dan objek penataan kota, Teluk Keriting telah tercatat dalam historis panjang Kesultanan Riau Lingga.

Nama Legendaris yang Lahir dari Bentuk Alam

Dalam tradisi masyarakat Melayu Tanjungpinang, penamaan suatu tempat atau toponimi, sering kali berhubungan erat dengan kondisi geografis alamnya. 

Nama sungai, tanjung, pulau hingga kampung, biasanya muncul dari kondisi ciri alam yang menonjol. Begitu pula dengan Teluk Keriting.

Menurut kajian toponimi Tanjungpinang, nama Teluk Keriting berasal dari bentuk teluk berliku dan berbelok menyerupai lekukan rambut keriting. 

Karena kawasan tersebut berupa teluk yang masuk ke daratan dengan garis pantai yang tidak lurus, masyarakat lama kemudian menyebutnya Teluk Keriting.

Penjelasan ini menjadi salah satu versi yang paling banyak diterima karena berhubungan langsung dengan karakter geografis alam kawasan tersebut.
Jika melihat kondisi sebelum reklamasi dan pembangunan modern, kawasan ini memang memiliki bentuk cekungan laut yang berkelok mengikuti garis pantai.

Dalam tradisi masyarakat Melayu Tanjungpinang, bentuk geografis dan ciri alam seperti itu, sering menjadi dasar penamaan suatu tempat.

Dalam versi lainnya, selain penjelasan geografis, masyarakat juga mewariskan cerita rakyat legendaris mengenai asal-usul nama Teluk Keriting.

Cerita Legendaris Ikan Bersirip Keriting

Peneliti Sejarah BRIN Dedi Arman, menyebutkan terdapat versi lain yang berkembang di masyarakat mengenai nama Teluk Keriting. 

Menurut cerita rakyat tersebut, tempo dulu pernah ditemukan seekor ikan yang terdampar di pesisir kawasan tersebut dengan sirip yang keriting. 

Adanya cerita rakyat turun temurun dan kejadian unik di kawasan pesisir tersebut kemudian menjadi asal mula nama Teluk Keriting. 
Meskipun sulit dibuktikan secara historis, cerita rakyat yang melegenda semacam ini, merupakan bagian dari tradisi lisan masyarakat Melayu. 

Selain itu, tradisi lisan masyarakat Melayu, kerap menghubungkan suatu tempat dengan peristiwa-peristiwa unik yang dianggap berkesan.

Sehingga cerita legendaris tersebut terus hidup dari generasi ke generasi dan menjadi warna tersendiri dalam historis kawasan pesisir Tanjungpinang.

Jejak Kubu Teluk Keriting dalam Perang Riau 1784

Keistimewaan Teluk Keriting bukan hanya terletak pada nama yang unik. Kawasan ini ternyata telah tercatat dalam sumber historis penting sejak abad 18.

Dalam kajian Toponimi Daerah Kota Tanjungpinang yang merujuk pada Tuhfat al-Nafis karya Raja Ali Haji, nama Teluk Keriting telah disebut. 

Nama Teluk Keriting disebut saat berlangsung Perang Riau tahun 1784 di bawah komando panglima Raja Haji Fisabilillah melawan kolonial.

Catatan itu menunjukkan Teluk Keriting, menjadi kubu atau benteng pertahanan yang berperan dalam pertempuran besar di perairan Tanjungpinang. 
Keberadaan Kubu Teluk Keriting menandakan kawasan tersebut memiliki posisi strategis dalam sistem pertahanan  Kesultanan Riau Lingga. 

Letaknya yang strategis, menjadikan kawasan tersebut penting untuk mengawasi pergerakan kapal-kapal musuh yang masuk ke Tanjungpinang.

Dalam catatan historis itu digambarkan dentuman meriam yang menggema dari kubu pertahanan Teluk Keriting ketika menghadapi serangan armada musuh.

Sehingga nama Teluk Keriting pun tercatat secara resmi dalam lembaran historis Tanjungpinang jauh sebelum Indonesia modern lahir.

Dari Benteng Pertahanan Menjadi Kawasan Permukiman Padat

Seiring waktu, fungsi militer di kawasan ini perlahan berubah. Benteng pertahanan tidak lagi digunakan sebagaimana fungsinya pada abad 18. 

Sehingga kawasan yang dahulunya menjadi kubu pertahanan penting, kemudian berkembang menjadi kawasan permukiman masyarakat pesisir.

Kajian historis juga menyebutkan, area yang dahulu dikenal sebagai Kubu Teluk Keriting, kini berada di sekitar kawasan pertahanan TNI Angkatan Laut. 

Sementara kawasan Teluk Keriting sendiri, membentang dari kawasan di sekitar pesisir Batu Hitam hingga di depan SMA Negeri 5 Tanjungpinang.
Sebagai kampung tua di pesisir Tanjungpinang, kehidupan masyarakat Teluk Keriting sejak lama sangat bergantung pada hasil laut. 

Nelayan, pekerja pelabuhan, pedagang kecil dan masyarakat maritim kini menjadi bagian dari denyut kehidupan kawasan Teluk Keriting. 

Rumah-rumah panggung milik masyarakat yang berdiri di atas laut, kini menjadi ciri khas unik dan masih dapat ditemukan hingga kini.

Memasuki abad 21, kawasan Teluk Keriting mengalami perubahan yang cukup besar sebagai kawasan yang berada di pesisir Tanjungpinang.

Menjaga Nama dan Wajah Baru Beranda Kota

Mengungkap Jejak Lawas dan Nama Teluk Keriting, Kampung Tua Legendaris di Tanjungpinang
Nelayan memasang bubu di Teluk Keriting Tanjungpinang. Arsip Foto: © Yusnadi Nazar

Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau menjadikan kawasan Teluk Keriting sebagai prioritas penataan karena dianggap sebagai beranda Kota Tanjungpinang. 

Berbagai program dilakukan di kawasan pesisir, mulai dari pengecatan rumah pembangunan fasilitas publik, hingga kawasan wisata berbasis masyarakat.

Pada 2018 dan 2019, ratusan rumah penduduk dicat dengan warna-warni mencolok sehingga menciptakan panorama baru di tepian laut Tanjungpinang.
Meskipun demikian, Teluk Keriting tetap menyimpan lapisan historis. Nama unik itu sesungguhnya merupakan warisan tempo dulu yang telah hidup sejak abad 18.

Selain itu, bagi sebagian masyarakat, Teluk Keriting mungkin hanya sebuah nama. Namun nama itu tetap sebagai penanda penting perjalanan Tanjungpinang.

Teluk Keriting mengingatkan Tanjungpinang sebagai ibu kota Kepulauan Riau, tumbuh dari kampung tua yang memiliki hubungan erat dengan laut. 

Ia juga menjadi bukti bagaimana masyarakat Melayu memberi nama kawasan berdasarkan pengamatan alam dan pengalaman hidup.
Entah itu berasal dari lekukan teluk yang menyerupai rambut keriting atau dari legenda seekor ikan bersirip keriting yang terdampar. 

Namun satu hal yang pasti, nama Teluk Keriting telah bertahan melintasi zaman. Menemani dan menghiasi perkembangan Tanjungpinang. 

Teluk Keriting kini menjadi warisan toponimi yang menghubungkan Tanjungpinang hari ini dengan jejak historis yang telah berusia ratusan tahun. (*)

Penulis: Yusnadi Nazar
Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image