Cerita Klasik Session Player Tanjungpinang dalam Industri Musik Modern
![]() |
| Cerita klasik session player Tanjungpinang dalam industri musik modern. Arsip Foto: © Yusnadi Nazar |
Menelisik Peran Session Player di Balik Konser Musik Indonesia
Di balik sorotan lampu panggung dan gegap gempita tepuk tangan penonton, terdapat sosok session player yang bekerja dalam senyap.
Meskipun jarang disebut, bahkan kerap luput dari perhatian, namun perannya sangat menentukan kualitas sebuah pertunjukan atau konser musik.
Dikenal sebagai session player atau pemain musik bayangan, ia menjadi fondasi di balik konser para musisi ternama Indonesia.
Tanpa popularitas dan sorak-sorai penonton, session player justru menjadi nyawa dalam setiap pertunjukan atau panggung para musisi.
Session player ini tidak hanya menghidupkan komposisi lagu, tetapi menjaga harmoni, dan memastikan setiap nada tersaji dengan presisi.
Di saat musisi utama berdiri di garis depan panggung, session player memilih tetap bekerja dengan dedikasi dan profesionalisme tinggi.
Musisi Profesional, Mahir Memainkan Berbagai Karakter Musik
Session player adalah musisi profesional yang dipekerjakan untuk mengiringi penyanyi solo atau grup band dalam konser atau proyek tertentu.
Musisi bayangan ini bukan anggota tetap sebuah band, namun dituntut mampu beradaptasi dengan berbagai karakter musisi dan lintas genre musik.
Session player biasanya mahir dan mampu memainkan berbagai genre musik mulai dari rock, pop, jazz, hingga dangdut dan Melayu modern.
Tidak jarang, seorang session player harus mempelajari dan mampu menguasai puluhan lagu dalam waktu singkat.
Bahkan musisi sesi ini tampil tanpa latihan bersama musisi utama. Meskipun demikian, standar profesional menuntut penampilan yang nyaris tanpa cela.
Di tengah dinamika industri musik modern, profesi session player bukan pilihan populer di daerah termasuk di Tanjungpinang.
Walaupun begitu, di Tanjungpinang masih ada musisi lokal yang dengan penuh kesadaran memilih jalur ini karena kecintaan mendalam pada musik.
Salah seorang session player itu adalah Mahariyadi (44 tahun), musisi kelahiran Tanjungpinang yang akrab disapa Lowdy Bazz.
Musisi Tanjungpinang yang Mengiringi Musisi Indonesia
Musisi Tanjungpinang berdarah Melayu-India ini, dikenal piawai memainkan bass dan juga memiliki karakter vokal yang tinggi.
Selama bertahun-tahun, Lowdy menapaki dunia musik sebagai session player yang kerap dipercaya mengisi berbagai panggung dan konser besar.
Tidak banyak yang mengetahui, Lowdy telah terlibat dalam puluhan proyek musik, mengiringi sejumlah artis kelas nasional di berbagai kota.
“Bersama band kami, Magnetic, kami main di kafe dan acara pernikahan. Tapi di luar itu, kami membangun jaringan sebagai session player,” ujarnya.
Kemampuannya memainkan bass genre rock, jazz, pop, dangdut, hingga Melayu modern, membuat namanya dikenal di kalangan musisi profesional dan prosedur.
Tawaran pun datang, bukan sebagai bintang utama, melainkan sebagai pengisi instrumen yang menentukan warna sebuah pertunjukan musik.
“Kadang nama disebut, kadang tidak sama sekali. Tapi itulah bagian dari session player,” ujar mantan vokalis band Spector itu.
- Baca Juga: Perjalanan Juru Potret Legendaris Indonesia, Dari Tanjungpinang ke Berbagai Belahan Dunia
Selama berkiprah sebagai session player, Lowdy mengaku pernah mengiringi sejumlah grup band dan penyanyi papan atas Indonesia.
Di antaranya Fadly (Padi), Pasha (Ungu), Ophi Danzo (eks Voodoo), Anda (Bunga), Irang (eks BIP), Charly (ST12) dan musisi nasional lainnya.
Tidak hanya itu, ia juga tampil bersama penyanyi perempuan ternama seperti Rieka Roeslan (The Groove), Pia (Utopia), Dahlia KDI, Septi KDI, hingga Kiki LIDA.
Ia juga menjadi session player untuk finalis dan juara ajang pencarian bakat Indonesian Idol seperti Delon, Dirly, Winda, Firman dan Hudson.
Sebuah Profesi dan Pilihan Hidup
![]() |
| Lowdy saat mengiringi konser band Utopia di Tanjungpinang, 2012 silam. Arsip Foto: © Yusnadi Nazar |
Lowdy yang sempat merilis album bersama band rock Bintang 5 menegaskan, menjadi musisi sesi adalah pilihan hidup.
“Session player itu harus profesional. Kalau main tidak maksimal, penyanyi utama juga ikut terdampak,” jelasnya.
Di tengah minimnya sorotan dan tantangan ekonomi, Lowdy meyakini bahwa peran session player tetap besar dalam industri musik.
Para musisi sesi ini bekerja di balik layar, dibayar berdasarkan proyek tanpa kontrak jangka panjang, namun dituntut konsisten, fleksibel dan profesional.
“Ini memang bukan pekerjaan glamor. Tapi bisa berdiri di panggung yang sama dengan penyanyi Indonesia adalah kebanggaan," katanya.
Bagi Lowdy, membawa nama Tanjungpinang ke panggung musik Indonesia merupakan kebanggaan tersendiri.
Ia menjadi bukti bahwa talenta dari Tanjungpinang mampu bersaing, selama dibarengi dedikasi, disiplin dan kemauan terus belajar.
Lowdy pun berharap, musik Tanjungpinang terus berkembang dan melahirkan musisi muda lokal yang mampu bersaing.
Selain itu, melahirkan generasi yang melihat musik bukan hanya sebagai jalan menuju popularitas, tetapi profesi yang digeluti serius.
“Semoga musisi muda Tanjungpinang sadar, bermusik itu bukan untuk ketenaran. Tapi ada peran penting yaitu menjadi session player,” tutup Lowdy. (*)
Penulis: Hal Maliq Hanifa


