Singgah di Rumah Produksi Seni Rajut Klasik di Tanjungpinang
0 menit baca
![]() |
| Singgah di rumah produksi seni rajut klasik di Tanjungpinang. Arsip Foto: © Yusnadi Nazar |
Chunky Bag, Seni Rajut Klasik yang Mengandalkan Ketelitian
Dunia kerajinan di Tanjungpinang, terus menunjukkan geliat positif seiring meningkatnya minat terhadap produk buatan tangan. Salah satunya seni rajut klasik.
Para perajin lokal bermunculan dengan karya kreatif bernilai seni dan ekonomi. Salah satu produk kerajinan yang kini tengah digemari adalah Chunky Bag.
Tas perempuan bertekstur tebal yang dibuat dengan sentuhan seni rajut klasik atau hand knitting atau rajut tangan tanpa bantuan mesin maupun jarum.
Ciri khasnya terletak pada penggunaan benang atau tali chunky berukuran besar yang menghasilkan tekstur lembut, tebal dan kasual.
Tidak sekadar menjadi pelengkap fesyen, Chunky Bag juga merepresentasikan keterampilan, ketekunan, dan kreativitas tangan perajinnya.
Setiap simpul seni rajut klasik tersebut, menyimpan karakter tersendiri yang menjadikan setiap produk tidak pernah benar-benar sama.
Proses Produksi yang Mengandalkan Ketelitian dan Keterampilan Tangan
Chunky Bag mulai dikenal luas dalam beberapa tahun terakhir seiring berkembangnya tren handicraft di Indonesia, termasuk di Tanjungpinang.
Tas ini umumnya dibuat dari tali atau benang bahan polyester maupun katun berukuran besar. Diisi serat lembut, kemudian dirajut hingga membentuk tas.
Meskipun sederhana, proses pembuatannya membutuhkan ketelitian tinggi. Perajin memulai dengan menyiapkan bahan utama berupa tali chunky.
Perajin juga memerlukan alat pendukung seperti gunting dan peniti rajut yang berfungsi menjaga pola agar tetap rapi selama proses merajut.
Tahap berikutnya adalah penentuan desain. Model Chunky Bag sangat beragam, mulai dari bentuk bulat, kotak, hingga menyerupai keranjang.
Setelah desain ditentukan, perajin memilih pola rajutan. Meski menggunakan teknik dasar, variasi pola ditambahkan untuk menciptakan tekstur dan tampilan menarik.
Proses seni rajut klasik ini biasanya dimulai dari bagian dasar tas, kemudian dilanjutkan ke dinding tas hingga mencapai ukuran yang diinginkan.
Karena ukuran tali yang besar, proses pembentukan tas relatif lebih cepat dibandingkan rajutan menggunakan benang halus dan jarum.
Namun demikian, ketelitian dalam proses seni rajut klasik ini, tetap menjadi faktor kunci utama agar hasil rajutan lebih kuat dan rapi.
Selain itu, tali tas Chunky Bag tersebut, dirajut secara terpisah oleh perajin dengan teknik yang sama, namun dibuat lebih panjang dan ramping.
Ada perajin yang memilih membuat tali tas lepas pasang, sementara sebagian perajin lainnya menjahit langsung ke badan tas Chunky Bag.
Pada tahap akhir, beberapa produk seni rajut klasik ini diberi tambahan aksesoris seperti manik-manik atau ornamen lain untuk memperkuat kesan elegan.
Setiap Rajutan Punya Karakter dan Nilai Seni
Keunikan Chunky Bag terletak pada sentuhan personal perajinnya. Mulai dari pemilihan warna, teknik rajutan, hingga bentuk akhir tas.
Semuanya mencerminkan karakter pembuatnya. Sebagian perajin memilih warna cerah untuk tampilan kasual, sementara lainnya, menyukai warna lembut.
Variasi ukuran juga menjadi daya tarik tersendiri. Tas berukuran kecil, cocok untuk aktivitas santai. Sedangkan ukuran besar, untuk penggunaan sehari-hari.
Keragaman bentuk, motif dan ukuran ini menunjukkan bahwa Chunky Bag tidak hanya menarik secara visual, tetapi cocok terhadap kebutuhan penggunanya.
Sebagai produk seni rajut klasik yang bernilai ekonomis, Chunky Bag juga memiliki nilai lebih karena setiap tas bersifat eksklusif.
Proses pengerjaan untuk satu tas Chunky Bag, rata-rata memakan waktu satu hingga dua jam, tergantung tingkat kesulitan pola.
Keahlian dan kesabaran inilah yang membuat produk ini memiliki nilai seni sekaligus nilai ekonomi yang cukup tinggi.
Menggerakkan Ekonomi Kreatif Lokal
![]() |
| Oki Rozaliansha, menunjukkan tas Chunky Bag. Arsip Foto: © Yusnadi Nazar |
Perajin Chunky Bag di Tanjungpinang, Oki Rozaliansha menilai kerajinan ini membawa dampak positif bagi perkembangan ekonomi kreatif lokal.
Melalui Galeri by.rozaliansha yang berlokasi di Jalan Kulai Batu 12 Tanjungpinang, ia memproduksi berbagai produk seni rajut klasik.
“Chunky Bag ini bisa dibilang produk yang eksklusif dan orisinal, karena seluruh prosesnya dilakukan secara manual,” kata Oki saat ditemui.
Menurutnya, Chunky Bag merupakan wujud kreativitas tangan yang mampu menghasilkan produk berkualitas, menarik dan fungsional.
"Proses pembuatannya relatif ramah lingkungan karena minim limbah," ujar Oki.
Mantan pegawai bank ini bercerita, sejak tahun 2021, ia memilih fokus untuk mengurus keluarga sembari menyalurkan hobinya merajut.
Awalnya, Oki merajut menggunakan jarum, namun memakan waktu cukup lama. Ia kemudian mempelajari teknik hand knitting yang lebih praktis dan efisien.
Pada 2023, Oki mulai memproduksi Chunky Bag. Awalnya hanya untuk penggunaan pribadi, namun unggahan produknya di media sosial, mendapat respons positif.
Permintaan Chunky Bag pun berdatangan, tidak hanya dari Tanjungpinang, tetapi juga dari Batam, Karimun, Jakarta hingga Singapura.
“Awalnya cuma buat dipakai sendiri. Tapi ternyata banyak yang tertarik dan ingin membeli,” ujarnya.
Harga produk seni rajut klasik buatan tangan Oki ini bervariasi. Mulai dari Rp150 ribu hingga Rp280 ribu, tergantung tingkat kesulitan rajutan.
Tidak hanya memproduksi tas, Oki juga aktif berbagi ilmu melalui kegiatan workshop hand knitting bagi masyarakat yang tertarik belajar merajut.
Menurutnya, kerajinan ini penting untuk dikembangkan sebab mampu membuka peluang usaha sekaligus memperkenalkan produk kerajinan lokal ke pasar yang luas.
“Workshop seni rajut klasik itu bukan cuma soal belajar merajut, tapi juga ajang silaturahmi dan berbagi ilmu yang bermanfaat,” tutupnya. (*)
Penulis: Hal Maliq Hanifa


